Kegiatan UKS dalam Program Kesehatan
Proyek kesehatan bertujuan untuk
meningkatkan produktivitas dan derajat kesehatan serta kualitas hidup
masyarakat yang berpenghasilan rendah. Untuk mencapai tujuan di atas
maka perlu adanya keterpaduan antara pembangunan sarana air berish & sanitasi (SAB/S) dengan program kesehatan dan hygiene serta pemberdayaan.
Pencapaian tujuan peningkatan
produktivitas dan derajat kesehatan serta taraf hidup terutama bagi
masyarakat yang berpenghasilan rendah harus dilakukan pembangunan sarana
air berish & sanitasi (SAB/S) secara terpadu dan berkelanjutan.
Sedangkan program kesehatan dan hygiene harus diikuti dengan peningkatan
pola hidup bersih dan sehat dalam rangka mencegah terjadinya penularan
penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan terutama penyakit diare.
Lima aspek penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan opsi kesehatan yaitu teknism sosial, kelembagaan, finansial dan lingkungan. Opsi kesehatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat antara lain :
- Pembuangan tinja pada jamban yang memenuhi syarat.
- Cuci tangan setelah buang air besar (BAB), setelah membersihkan kotoran bayi, sebelum makan, sebelum menyuapi bayi dan sebelum menyiapkan makanan.
- Menjaga air minum terbebas dari pencemaran, baik di sumber air maupun di rumah.
- Pengobatan penderita dalam skala kecil untuk pemberantasan penyakit (pengobatan kecacingan disekolah dan pencegahan serta pemberantasan penyakit lain dalam skala kecil).
- Inspeksi sanitasi yaitu melalui pemantauan sarana air bersih dan sanitasi yang ada disekolah, biasanya dilakukan secara periodic pada awal kegiatan, pertengahan serta akhir kegiatan untuk mengetahui perkembangan serta tingkat keberhasilan kegiatan kesehatan sekolah tsb.
- Promosi kesehatan yaitu pengadaan sarana seperti spanduk, stiker untuk promosi kesehatan di sekolah dengan menggunakan pesan-pesan yang menarik siswa sehingga siswa mau berperilaku hidup bersih dan sehat.
- Penyuluhan kesehatan yaitu penyuluhan tentang pentingnya kesehatan kepada para siswa untuk merubah perilaku menuju perilaku hidup bersih dan sehat.
- Sarana cuci tangan yaitu pengadaan sarana cuci tangan di sekolah untuk membiasakan para siswa melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah makan dan setelah bermain.
- Pengadaan bak sampah yaitu pengadaan sarana tempat sampah disekolah untuk membiasakan para siswa membuang sampah pada tempat sampah. Terlebih lagi juga dilakukan pemisahan jenis sampah yaitu sampah basah dan sampah kering untuk mempermudah pengelolaannya.
- Jum’at bersih yaitu kerja bhakti yang diikuti oleh semua komponen sekolah yaitu Guru, Murid, Petugas kebun/kebersihan sekolah, Pedagang makanan untuk membersihkan lingkungan sekolah yang meliputi halaman sekolah, ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, dapur, WC, Kamar mandi, Ruang UKS dan aula atau mushola.
- Kontrol atau cek kesehatan kuku, gigi dan telinga bagi para siswa setiap hari senin serta setiap satu bulan sekali diadakan cek oleh dokter specialis.
Salah satu strategi
yang hendak dilakukan adalah perbaikan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat) dan pelayanan kesehatan adalah melalui opsi kesehatan yang
dikemas dalam program UKS berbentuk HSE (Hygiene sanitation Education).
HSE SALAH SATU KOMPONEN DALAM UKS
Opsi kesehatan berpijak pada cara-cara
pemutusan rantai penularan penyakit yang bersumber dari tinja/kotoran
manusia dan “water-borne”. Untuk menjelaskan ini perlu disimak “Diagram
F” yang telah dimodifikasi. Disebut dengan diagram F karena setiap mata
rantai dalam bahasa inggris dumulai dengan huruf F yaitu Finger =
tangan, Flies = tanah, Fluid = cairan/air dan Food = makanan.
- Tinja berhubungan dengan Tangan/Finger, Lalat, Tanah/Files dan Air /Fluid.
- Tanah berkaitan dengan Kaki
- Semua Faktor : Tangan, Lalat, Tanah dan Air berpengaruh pada Makanan dan Minuman
- Semua Faktor bermuara di Mulut
- Membentuk diagram F

0 komentar:
Posting Komentar